SIGIT_BAYU ACCOUNTING. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

MANAJEMEN PRODUKSI


    Manajemen merupakan ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan non manusia dalam rangka mencapai tujuan tertentu. llmu teknik manajemen didasari oleh konsep bahan tugas manajer (orang yang melaksanakan manajemen) yaitu untuk merancang dan mendukung pelaksanaan pekerjaan individu pada saat kelompok, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen semakin dibutuhkan setelah adanya pemisahan antara Rumah Tangga Kunsumen (RTK) dan Rumah Tangga Produsen (RTP), dalam hal ini adalah dua pihak yang paling membutuhkan, di mana konsumen dapat memenuhi kebutuhannya dengan berbagai jenis barang yang disediakan produsen, dan produsen dapat menjual barang-barangnya yang betul-betul dibutuhkan konsumen sesuai dengan selera, mode dan daya belinya.
Produksi yaitu suatu kegiatan yang menciptakan atau meningkatkan kegunaan suatu barang. Peningkatan atau penambahan kegunaan suatu barang bisa melalui kegunaan tempat, kegunaan waktu, kegunaan bentuk atau gabungan dari beberapa kegunaan tersebut.
Untuk perusahaan-perusahaan saat ini cenderung dapat menggabungkan beberapa kegunaan sekaligus suatu barang, baik kegunaan waktu, tempat, maupun kegunaan bentuk. Hal ini diciptakan untuk dapat mengantisipasi kebutuhan konsumen yang bersifat heterogen (berbeda-beda).

Manajemen Produksi
Fungsi manajemen yang paling mendasar yaitu adanya Perencanaan, Pengorganisasian, penempatan Sumber Daya Manusia (Staffing), pemberian motivasi dan fungsi yang terakhir adalah kegiatan pengawasan yang mutlak harus dilakukan oleh setiap organisasi atau perusahaan.
Manajemen produksi merupakan proses manajemen yang diterapkan dalam bidang produksi. Proses manajemen produksi adalah penggabungan seluruh aspek yang terdiri dari produk, pabrik, proses, program dan manusia.
lstilah-istilah yang biasa digunakan dalam manajemen produksi yaitu produksi, produk, produsen, produktivitas, proses produksi, sistem produksi, perencanaan produk, perencanaan produksi, dan luas perusahaan.

Sistem Produksi
Sistem adalah sekumpulan bagian-bagian yang saling berhubungan dengan satu sama lain, dan bersama-sama beraksi menurut pola tertentu terhadap input dengan tujuan menghasilkan output. Sistem produksi yaitu sekumpulan sub-sistem yang terdiri dari pengambilan keputusan, kegiatan, pembatasan, pengendalian dan rencana yang memungkinkan berlangsungnya perubahan input menjadi output melalui proses produksi. Sedangkan sub-sistem yang terlibat dalam kegiatan produksi adalah: subsistem input, subsistem output, subsistem perencanaan dan subsistem pengendalian.

Lokasi dan Layout Pabrik
Lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam; melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan mudah. dan memungkinkan diadakannya perluasan usaha.
Kesalahan dalam pemilihan lokasi akan mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, kehilangan kesempatan dalam bersaing, tidak tersedianya bahan baku yang cukup dan sebagainya.
Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan persediaan yang rendah dan biaya produksi dan investasi modal yang rendah, sedangkan jenis layout terdiri dari process layout, product layout, dan fixed position layout, atau kombinasi dari ketiga jenis layout tersebut.
Adapun perangkat lunak yang diperlukan bagi penyusunan layout adalah: CRAFT, COFAD, PLANET, CORELAP dan ALDEF.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik, besar sekali pengaruhnya terhadap tingkat kelancaran operasi perusahaan, faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor utama dan faktor bukan utama. Faktor utama yaitu; letak sumber bahan baku, letak pasar, masalah transportasi, supply tenaga kerja dan pembangkit tenaga listrik. Sedangkan faktor bukan utama seperti, rencana masa depan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan kota, terdapatnya fasilitas-fasilitas pelayanan, terdapatnya fasilitas-fasilitas pembelanjaan, persediaan air, investasi untuk tanah dan gedung, sikap masyarakat, iklim dan keadaan tanah.

Menentuan Lokasi Pabrik
Manajemen perusahaan dalam memilih lokasi pabrik didasarkan pada beberapa macam alternatif. Tahap-tahap dalam pemilihan lokasi pabrik terdiri dari pengumpulan data, menganalisa data yang masuk, menentukan urutan alternatif lokasi yang dipilih dan menentukan lokasi pabrik yang dipilih. Penentuan metode pemilihan lokasi pabrik didasarkan pada faktor rating, analisa ekonomis, dan analisa volume biaya.

Desain Fasilitas
Desain fasilitas produksi perlu direncanakan dengan baik, karena fasilitas produksi yang baik dan teratur para karyawan dapat bekerja dengan tenang, sementara aliran produksi dari mulai bahan mentah sampai barang jadi dapat berlangsung dengan lancar dan teratur. Perencanaan layout merupakan kombinasi yang optimal antara fasilitas produksi (personalia, perlengkapan operasi, luas gudang, penanganan produk serta semua peralatan produksi). Perencanaan layout perusahaan selalu diperlukan karena adanya perubahan desain produk, adanya produk baru adanya perubahan volume permintaan dan sebagainya. Klasifikasi perencanaan layout terdiri dari, perubahan kecil layout yang sudah ada, adanya penambahan fasilitas produksi, merubah susunan layout dan pembangunan pabrik baru.

Penentuan Layout Pabrik
Sebagaimana diketahui bahwa layout yang dipergunakan dalam sebuah pabrik akan mempunyai pengaruh langsung terhadap tingkat produktivitas perusahaan. Oleh karena itu penentuan layout pabrik harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Untuk menentukan layout pabrik dengan baik, maka perlu diadakan persiapan-persiapan yang matang, diantaranya: Pertama, data yang diperlukan meliputi jumlah dan jenis produk, komponen produk, urutan pelaksanaan proses produksi, mesin dan peralatan informasi mesin, instalasi yang diperlukan, luas gedung dan perbandingan perencanaan layout. Kedua, analisis urutan operasi dan Ketiga Teknik kesimbangan kapasitas.

Peralatan Produksi
Pada umumnya peralatan produksi ditujukan bagi peningkatan produktivitas buruh dalam rangka memperbanyak produk, baik dari segi variasinya maupun jumlahnya untuk memenuhi. kebutuhan manusia. Peralatan produksi akan mencakup berbagai sarana yang digunakan dalam proses produksi, yang berupa mesin atau jenis-jenis perkakas lain yang dipergunakan untuk melakukan pekerjaan dalam mengerjakan produk atau bagian-bagian produk.
Adapun jenis-jenis mesin yang digunakan dalam proses produksi terdiri dari mesin yang bersifat umum atau mesin serba guna (General Purpose Machines). Mesin serba guna ini yaitu mesin yang dibuat untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu untuk berbagai jenis barang produk atau bagian produk. Mesin yang bersifat khusus (special purpose machines) yaitu mesin-mesin yang direncanakan untuk mngerjakan satu atau beberapa jenis kegiatan yang sama.
Kriteria Pemilihan Alat Produksi
Alasan diadakannya pembelian peralatan antara lain: peralatan baru diperlukan untuk memproduksi produk dan jasa lebih hanya volume penjualan yang terus meningkat, peralatan yang ada telah usang, dan peralatan yang ada telah memasuki masa aus serta harus diganti. Untuk memutuskan membeli peralatan baru maka perlu dilaksanakan survei terlebih dahulu, yang dilakukan melalui dua tahap, yaitu: pertama tahap pemakaian (penyaringan teknologi) yang meliputi kapasitas, kedua perhitungan biaya atau analisis ekonomi yang akan menentukan sejumlah alternatif teknis yang dipilih.

Proses Produksi
Proses produksi yaitu suatu cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan-bahan dan dana) yang ada. Adapun jenis proses produksi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu proses produksi terus menerus (Continuous processes) dan proses produksi yang terputus-putus (Intermittent Process). Sedangkan jenis proses produksi yang didasarkan atas kepentingan yang berbeda, maka jenis proses produksi terdiri dari proses produksi menurut wujudnya dan proses produksi menurut pengawasan proses produksi yang bersangkutan.
Proses Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi merupakan penentuan tujuan pokok (tujuan utama) organisasi beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah-langkah pokok perencanaan terdiri dari; menetukan tujuan yang akan dicapai, menentukan kedudukan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan yang hendak dicapai, menentukan faktor-faktor yang mendukung atau menghambat tercapainya tujuan tersebut dan merumuskan kegiatan yang harus dilaksanakan. Kegiatan produksi dapat dilakukan dengan tiga macam pendekatan yaitu; Pendekatan perkembangan yang menguntungkan (Profitable Growth Approach), Pendekatan SWOT (Strenghth, Weakness, Opportunity and Threathment) dan Pendekatan Sistem.

Proyeksi Kebutuhan
Langkah yang paling awal dalam perencanaan adalah mencoba untuk mengetahui pertumbuhan maupun perkembangan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan tersebut akan merupakan dasar dari rencana kerja yang harus dilakukan oleh perusahaan. Salah satu cara untuk menentukan proyeksi kebutuhan adalah dengan membuat ramalan-ramalan terhadap keadaan pada masa yang akan datang, terutama mengenai analisa permintaan pasar, seperti; pendapat konsumen, pendapat langganan, catatan dan pendapat distributor, catatan penjualan dari perusahaan. Adapun metode metode yang digunakan dalam membuat proyeksi kebutuhan sebagai berikut : metode time series, metode exponential, metode rata-rata sederhana, metode rata-rata bergerak, metode exponential smoothing, standar error dari peramalan dan analis akorelasi.

Perencanaan Produksi
Urutan proses produksi harus dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut Rout Sheet (Operation Sheet), yang dituangkan dalam bentuk gambar-gambar dan desain produk, yang kemudian dianalisa bagaimana hubungannya antar komponen yang ada dan bagaimana proses pemasangan (assemblingnya). Dengan demikian rancangan proses produksi terdiri dari desain produk, perencana proses dan pengendalian produksi.

Pengendalian Produksi
Prinsip dalam perencanaan dan pengawasan produksi dalam berbagai macam industri tidak banyak berbeda, demikian juga dengan tujuan yang akan dicapainya. Walaupun dalam hal metode, organisasi maupun operasi masing-masing perusahaan akan berbeda. Ada dua type proses produksi terdiri dari ; type produksi untuk persediaan dan type produksi berdasarkan pesanan.
Analisa Jalur Kritis
Analisa jalur Kritis (Critical Path Metode) merupakan suatu metode analisa yang mampu memberikan informasi, kepada manajer untuk dapat melakukan perencanaan dan pengendalian suatu kegiatan produksi atau proyek yang akan dilaksanakan. Metode jalur kritis ini berusaha untuk menggambarkan jalur-jalur jaringan aliran proses produksi dalam bentuk diagram jalur kegiatan proses produksi. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menyusun diagram network yaitu harus mengetahui dan menginventarisir kegiatan-kegiatan yang diperlukan, mengetahui urutan kegiatan dalam proses produksi, mencari kegiatan semu, menghitung waktu yang dipergunakan, dan menentukan jalur kritisnya.

Pemeliharaan Fasilitas
Fungsi pemeliharaan dan penanganan bahan merupakan dua fungsi pelayanan yang sangat penting dalam kegiatan produksi. Pemeliharaan fasilitas produksi jika dilaksanakan secara teratur akan beroperasi secara efektif. Tanggung jawab pemeliharaan fasilitas biasanya ditugaskan kepada teknisi pabrik, yang berada di bawah kepala teknisi. Jenis-jenis pemeliharaan yaitu pemeliharaan preventif, perbaikan dan pemeliharaan kondisional


Penanganan Bahan (Material Handling)
Setiap perusahaan akan terlibat dalam masalah transportasi (pengangkutan) bahan atau penanganan bahan. Karena dalam hal ini akan menyangkut proses pemindahan bahan, pemindahan produk dalam proses dan pemindahan produk jadi. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penanganan bahan adalah; jalur pengangkutan, sifat obyek yang diangkut, karakteristik bangunan, keadaan ruangan dan kapasitas peralatan.
Pembelian material secara teratur akan membawa efek yang positif terhadap proses produksi, misalnya hubungan dengan supplier bahan dapat berlangsung secara berkesinambungan, harga bahan yang dipesan lebih murah, pengurusan pembelian bahan lebih mudah, karena bersifat rutin. Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pengadaan bahan yaitu; standardisasi bahan baku, supplier bahan baku, syarat pembelian, cara penyimpanan, kemasan/pembungkus, dan spesifikasi bahan.
Setelah membahas masalah pengadaan bahan, maka suatu hal yang penting mendapat perhatian adalah pengendalian material, terutama masalah pemakaian bahan. Ketidakefisienan pemakaian bahan akan berpengaruh terhadap tingginya harga pokok barang yang dihasilkan. Adapun metode-metode yang digunakan dalam menilai bahan baku terdiri dari: metode FIFO, LIFO, rata-rata, rata-rata bergerak, dan metode standar harga. Pertimbangan untuk membuat atau membeli suku cadang dalam rangka memproduksi suatu barang didasarkan atas pertimbangan teknis dan ekonomis.
Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu pendekatan terhadap manajemen manusia, yang berdasarkan empat prinsip dasar yaitu; Pertama sumber daya manusia merupakan harta perusahaan yang paling penting, Kedua, peraturan atau kebijakan prosedur yang berkaitan dengan manusia saling berhubungan, Ketiga, kultur perusahaan yang berasal dari kultur sumber daya manusia. Pendekatan manajemen sumber daya manusia meliputi; pendekatan konvensional, pendekatan kompromistis dan pendekatan kontemporer. Fungsi manajemen sumber daya manusia terdiri dari fungsi perencanaan, pengadaan, pengadaan dan pembinaan, dan pemberian kompensasi.

Desain dan Analisis Pekerjaan
Desain pekerjaan adalah suatu fungsi komplek karena memerlukan pemahaman baik terhadap variabel teknik maupun variabel sosial, jika variabel tersebut diabaikan maka pekerjaan tidak dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Alasan pelaksanaan desain pekerjaan karena: sering terjadi konflik, sifat yang heterogen dari setiap individu, dan perubahan karakter dari setiap individu. Sasaran pokok dari desain pekerjaan untuk: manusia, menentukan kombinasi antara mesin, dan bahan baku yang paling ekonomis.
Pembinaan Sumber Daya Manusia
Pembinaan tenaga kerja (sumber daya manusia) dalam suatu perusahaan, diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan pekerjaan. Pembinaan karyawan tidak terlepas dari hubungan antara pimpinan dan bawahannya, karena pembinaan ini melibatkan pimpinan sebagai pembina dan karyawan sebagai orang yang dibina. Keteladanan seorang pimpinan merupakan faktor utama dalam membina para karyawannya disamping penguasaan secara umum terhadap berbagai jenis pekerjaan. Pembinaan karyawan suatu perusahaan akan meliputi pembinaan loyalitas, hubungan kerja, moril dan semangat kerja, disiplin kerja dan mental spiritual.
Peranan Persediaan dan Biaya Persediaan
Setiap perusahaan baik perusahaan perdagangan maupun perusahaan yang memproduksi suatu barang, memerlukan persediaaan karena pada suatu waktu perusahaan akan dihadapkan kepada permintaan konsumen akan barang atau jasa uang dihasilkannya. Jenis persediaan secara fisik terdiri dari persediaan bahan baku/material, persediaan komponen, persediaan bahan pembantu, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Sedangkan jenis persediaan berdasarkan fungsinya adalah ; Lot size inventory, fluctuation stock, dan anticipation stock.
Istilah persediaan suatu istilah yang menunjukkan segala sesuatu atau sumber daya organisasi yang disimpan dalam rangka mengantisipasi pemenuhan permintaan. Jenis-jenis persediaan termasuk persediaan secara fisik dan persediaan menurut fungsinya, sedangkan fungsi persediaan itu sendiri yaitu fungsi decoupling, fungsi economic lot sizing dan fungsi antisipasi. Jenis biaya yang dikeluarkan dalam persediaan terdiri dari biaya penyimpanan, biaya pemesanan, biaya penyiapan dan biaya kekurangan bahan.

Metode Penilaian dan Pengawasan Persediaan
Untuk dapat mengatur tersedianya suatu tingkat persediaan yang optimum yang dapat memenuhi kebutuhan bahan-bahan dalam jumlah, mutu dan pada waktu yang tepat persyaratan diadakannya pengawasan persediaan yaitu untuk menyediakan gudang yang cukup luas sentralisasi kekuasaan, sistem pencatatan, pengawasan mutlak, pemeriksaan fisik, rencana penggantian, dan pengecekan secara efektif. Tujuan dari pengawasan persediaan adalah; menjaga kehabisan persediaan, dan menjaga pembentukan persediaan, dan menjaga pembelian dalam skala kecil.

Arti dan Tujuan Pengawasan Mutu
Salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan perusahaan adalah tingkat mutu produk/jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Mutu merupakan suatu sistem yang terdiri dari struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumber daya dalam rangka menerapkan manajemen mutu. Kegiatan yang berkaitan dengan mutu produk meliputi beberapa tahapan yaitu: pemasaran dan riset pasar, disain/spesifikasi rekayasa dan pengembangan produk, pengadaan, perencanaan dan pengembangan proses, produksi, inspeksi, pengetesan dan pengujian, pengemasan dan penyimpanan, penjualan dan distribusi, pemasangan dan operasi, bantuan teknik dan perawatan, pembuangan purna pakai. Setelah menetapkan mutu tertentu dari suatu produk, maka perlu diadakan pengawasan sejauhmana mutu tersebut dapat dipertahankan, agar tidak terjadi ketimpangan yang mengakibatkan konsumen merasa kecewa dengan produk yang telah dibelinya, kalau sudah terjadi ketimpangan maka akan timbul efek yang lebih jauh bagi perusahaan berupa penanggungan biaya beban kerugian untuk jaminan mutu produk, atau efek lain yang sangat merugikan perusahaan berupa penurunan volume penjualan yang akan mengurangi profit margin perusahaan secara menyeluruh. Secara terperinci tujuan pengawasan mutu adalah:
1.      Agar produk hasil produksi dapat mencapai standar mutu yang telah ditetapkan.
2.     Mengusahakan agar biaya pengawasan dapat ditekan seminimal mungkin.
3.     Mengusahakan agar biaya disain dari produk dan proses dengan menggunakan mutu produksi tertentu dapat diperkecil.
4.    Mengusahakan agar biaya produksi dapat ditekan serendah mungkin.
 
Peranan Standardisasi dalam Manajemen Mutu
Standardisasi didefinisikan sebagai proses merumuskan, merevisi, menetapkan dan menerapkan standar yang dilaksanakan secara tertib dan atas kerjasama dengan semua pihak.
Sedangkan standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan, disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan, keselamatan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengalaman.
Peranan standardisasi dalam menunjang manajemen mutu sangat besar, terutama untuk mencapai mutu yang telah ditetapkan secara konsisten. Standardisasi meliputi pengkajian sistem mutu perusahaan dan standar internasional tentang mutu yang dikenal dengan nama ISO seri. 9000.

Teknik dan Alat Pengawasan Mutu
Pengawasan mutu dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu inspeksi, pemberian keterangan dan penyelidikan (inspect, inform and investigate). Kegiatan inspeksi dapat dilakukan dengan membuat contoh dan mengukur atau menilai. Kegiatan pemberian keterangan memerlukan kegiatan pencatatan, penyingkatan, mempertunjukkan dan memberi komentar bahkan mungkin perlu memutuskan untuk mengambil tindakan yang dibutuhkan, dan untuk memberitahukan jaminan, serta peringatan yang diperlukan. Kegiatan penyelidikan membutuhkan penganalisisan catatan dan memimpin percobaan di laboratorium. Hal-hal yang mempengaruhi derajat pengawasan mutu misalnya; kemampuan proses, spesifikasi yang berlaku, apkiran/scrap yang dapat diterima dan kegiatan produksi yang ekonomis. Alat pengawasan mutu yang biasa dilakukan yaitu metode statistik melalui pengambilan sampel secara teratur, pemeriksaan karakteristik, pemeriksaan derajat penyimpangan, dan penggunaan tabel kontrol (control chart).

Pelaksanaan Pengawasan Mutu dan Syarat Pengukuran
Kegiatan pengawasan mutu yang intensif akan menyangkut pengawasan bahan baku dan komponen-komponen produk, proses produksi dan produk akhir. Pengawasan mutu tidak hanya berlaku pada produksi manufacturing tetapi berlaku juga bagi produksi jasa, seperti Rumah Sakit. Travel dan Perbankan. Pelaksanaan pengawasan mutu meliputi aspek pengukuran dan aspek penilaian. Sedangkan pengukuran pelaksanaan pengawasan mutu harus melalui 3 syarat utama yaitu; ketepatan (validitas) dapat diandalkan (Reliabilitas) dan kepraktisan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

OTOMATISASI KANTOR

Otomatisasi  Kantor  merupakan  sebuah  rencana  untuk  menggabungkan
teknologi  tinggi  melalui  perbaikan  proses  pelaksanaan  pekerjaan  demi
meningkatkan produktifitas pekerjaan. Asal mula otomatisasi kantor diawal 1960-an,  ketika  IBM  menciptakan  istilah word  processing untuk  menjelaskan  kegiatan
divisi  mesin  tik  listriknya.  Bukti  nyata,  pada  tahun1964,  IBM  memasarkan  mesin
yang disebut  Magnetic Tape / Selectric Typewriter (MT/ST).

Otomatisasi adalah  penggunaan  mesin  untuk  menjalankan  tugas  fisik  yang  biasa
dilakukan  oleh  manusia. Otomatisasi  kantor (  office  automation  atau  oa)  adalah
semua  sistem  elektronik  formal  dan  informal  terutama  yang  berkaitan  dengan
komunikasi informasi kepada  dan dari orang  yang berada didalam maupun  diluar
perusahaan.

Sistem Elektronik Formal dan Informal. Beberapa sistem OA direncanakan secara
formal, dan mungkin didokumentasikan dengan suatu prosedur tertulis, mirip SIM.
Namun,  sebagian  besar  sistem  OA  tidak  direncanakan  atau  diuraikan  secara
tertulis, mirip DSS.

Komunikasi Informasi.  Kata kunci yang  membedakan OA  dengan subsistem CBIS
lain  adalah  komunikasi.  OA  dimaksudkan  untuk  memudahkan  segala  jenis
komunikasi, baik lisan maupun tertulis.

Orang-orang diDalam dan diLuar Perusahaan. Sistem OA masa kini memudahkan
komunikasi  tidak  hanya  diantara  orang-orang  didalam  perusahaan,  tetapi  juga
dengan orang lain dilingkungan perusahaan.

Otomatisasi kantor (oa) digunakan oleh semua orang yang bekerja didalam kantor.
Pada  dasarnya  ada  empat  kategori  pemakai  oa,  yaitu  Manajer,  Profesional,
Sekretaris, Clerical employee (klerk). Istilah “knowledge worker” diterapkan pada
manajer  dan  profesional,  yaitu  orang  yang  memberikan  sumbangan
pengetahuannya terhadap aktivitas perusahaan.

Manajer adalah  orang  yang  bertanggung  jawab  mengelola  sumber  daya
perusahaan, terutama SDM. 

Profesional  tidak  mengelola orang,  tetapi menyumbangkan keahlian khususnya
(mis.  Pembeli,  wiraniaga,  dan  asisten  staff  khusus).  Manajer  dan  profesional
secara bersama dikenal sebagai pekerja terdidik.

Sekretaris  biasanya  ditugaskan  pada  pekerja  terdidik  tertentu  untuk
melaksanakan  berbagai  tugas  seperti  menangani  korespondensi,  menjawab
telepon, dan mengatur jadwal pertemuan. 

Pegawai  administratif  melaksanakan  tugas-tugas  untuk  sekretaris,  seperti
mengoperasikan mesin fotocopy, menyusun dokumen, menyimpan dokumen dan
mengirimkansurat.


Karena OA tidak memiliki mengelola data, penggunaan database dibatasi pada isi
informasi.  Informasi  dikumpulkan  dari  sistem  fisik  perusahaan  (SIA
menggumpulkan datanya).  Informasi juga disediakan oleh lingkungan. Informasi
berfungsi sebagai input bagi aplikasi OA berbasis komputer seperti pengolah kata,
e-mail,  dan konferensi komputer. Pemecah masalah lain  berada ditengah-tengah
garis yang memisahkan perusahaan dengan lingkungan.  Ini berarti bahwa orang-orang  itu  mungkin  berada  di  kedua  area  tersebut.  Model  tersebut Juga
mencerminkan penggunaan aplikasi OA berbasis non-komputer seperti konferensi
video dan audio.
Otomatisasi kantor bertujuan untuk meningkatkan produktivitas. Bila diterapkan
sebagai  alat  pemecah  masalah,  otomatisasi  kantor  dapat  memberikan
kemampuan antarmanajer untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik
selagi  mereka  memecahkan  masalah.  Peningkatan  komunikasi  ini  dapat
menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.

Tujuan OA masa kini :
o Pendapatan  yang  Lebih  Tinggi  versus  Penghindaran  Biaya. Komputer  tidak
menggantikan  pekerja  saat  ini,  tetapi  komputer  menunda  penambahan
pegawai yang diperlukan untuk menangani beban kerja yang bertambah.
o Pemecahan  masalah  Kelompok. Cara  OA  berkontribusi  pada  komunikasi
ke/dan  dari  manajer  membuatnya  sangat  cocok  diterapkan  untuk
memecahkan masalah kelompok. 
o Pelengkap –  Bukan  Pengganti. Sebagai  suatu  cara  komunikasi  bisnis,  OA
bukan  tanpa  keterbatasan.  OA  tidak  akan  menggantikan semua komunikasi
interpersonal  tradisional–percakapan  tatap  muka,  percakapan  telepon,
pesan  tertulis  pada  memo,  dan  sejenisnya.  OA  harus  bertujuan melengkapi
komunikasi tradisional.

Jenis – jenis aplikasi otomatisasi kantor :

o WORD  PROCESSING  adalah  penggunaan  suatu  peralatan  elektronic  yang
secara  otomatis  melakukan  beberapa  tugas  yang  diperlukan  untuk  membuat
dokumen  ketik atau cetak.  Word processing  memberikan kontribusi terhadap
pemecahan masalah dengan memberikan kemampuan kepada manajer untuk
membuat  komunikasi  tertulis  yang  lebih  efektif  untuk  diberikan  kepada
anggota lain.
o ELECTRONIC  MAIL  yang  dikenal  dengan  e-mail  adalah  penggunaan  jaringan
komputer  yang  memungkinkan  pemakai  untuk  mengirim,  menyimpan  dan
menerima  pesan  dengan  menggunakan  terminal  komputer  dan  peralatan
penyimpanan.
o  VOICE  MAIL  persis sama dengan electronic  mail.  Perbedaannya bahwa anda
hanya  mengirimkan  pesan  dengan  mengucapkan  pesan  tersebut  melalui
telepon  dan  bukan  mengetiknya.  Dan  anda  menggunakan  telepon  untuk
memanggil pesan yang telah dikirimkan kepada anda.
o  ELECTRONIC  CALENDARING  Adalah  penggunaan  jaringan  komputer  untuk
menyimpan  dan  memanggil  acara  yang  telah  ditetapkan  oleh  manajer.
Electronic  calendaring  bersifat  khusus  diantara  aplikasi  otomatisasi  kantor,
karena ia hanya menyusun terjadinya komunikasi bukan mengkomunikasikan
informasi.
o  AUDIO CONFERENCING adalah penggunaan peralatan komunikasi suara untuk
membuat  hubungan  audio  diantara  orang-orang  yang  tersebar  secara
geografis  untuk  tujuan  melakukan  konferensi.  Audio  conferencing  adalah
aplikasi oa pertama yang tidak memerlukan komputer. Ia hanya memerlukan
penggunaan fasilitas komunikasi audio dua arah.
o  VIDEO  CONFERENCING  melengkapisignal  audio  dan  signal  video.  Peralatan
televisi  digunakan  untuk  mengirim  dan  menerima  signal  audio  dan  video.
Orang  yang  berada  dalam  suatu  lokasi  dapat  melihat  dan  mendengar  suara
orang  yang  berada  dilokasi  lain  selagi  konferensi  dilakukan.  Tiga  konfigurasi
video conferencing ( tergantung pada peralatan yang digunakan), yaitu: Video
satu arah dan audio satu arah, Video satu arah dan audio dua arah, Video dan
audio dua arah.
o  COMPUTER CONFERENCING adalah penggunaan jaringan komputer, sehingga
memberi  kemampuan  seseorang  untuk  melakukan  pertukaran  informasi
selama  proses  terjadinya  konferensi.  Aplikasi  ini  hampir  sama  dengan
electronic  mail,  karena  kedua  aplikasi  ini  menggunakan  hardware  dan
software yang sama. Istilah ‘teleconferencing’ digunakan untuk menjelaskan
ketiga  bentuk  alat  elektronik  untuk  konferensi.  Teleconferencing  digunakan
dalam  seluruh  proses  pemecahan  masalah  yang  gunanya  untuk  menukar
informasi  diantara  pemecah  masalah  (orang-orang  yang  memecahkan
masalah) yang berada dikota yang berlainan.
o  FACSIMILE  TRANSMISSION  yang  biasanya  disebut  fax,  adalah  penggunaan
peralatan  khusus  yang  dapat  membaca  tampilan  dokumen  pada  ujung
channel  komunikasi  dan  membuat  salinan  atau  copy  diujung  yang  lain.  Fax
sangat mudah diimplementasikan dan dioperasikan. Jalur telepon suara dapat
berfungsi  sebagai  channel-nya  dan  pengoperasian  peralatannya  tidak  lebih
sulit dari pada mengoperasikan mesin fotocopy.
o  VIDEOTEXT adalah penggunaan komputer untuk tujuan memberikan tampilan
materi  tekstual  pada  layar  crt.  Materi  tekstual  dapat  berbentuk  naratif  atau
tabulasi, dan ia disimpan dalam penyimpanan sekunder pada komputer.
o  IMAGE  STORAGE  AND  RETRIEVAL.  Beberapa  jenis  perusahaan  mempunyai
volume  dokumen  yang  besar,  sehingga  mereka  harus  menyimpannya  dalam
file  agar  informasi  dapat  dipanggil  atau  didapatkan  kembali  jika  diperlukan.
Untuk mengatasi masalah mengenai penyimpanan dan pemanggilan tampilan
maka  digunakan  microform,  yang  berupa  microfilm  dan  microfiche.
Microform akan mengurangi kebutuhan ruang yang diperlukan oleh dokumen
kertas  sampai  sekitar  97%.  Image  storage  and  retrieval  digunakan  dalam
pemecahan  masalah  ketika  ia  diperlukan  untuk  melihat  kembali  dokumen
historis untuk tujuan pemahaman masalah.
o  DESKTOP  PUBLISHING  atau  dtp  adalah  pembuatan  output  tercetak  yang
kualitasnya  hampir  sama  dengan  yang  dihasilkan  oleh  typesetter.  Sistem
desktop  publishing  terdiri  atas  mikrokomputer  dengan  layar  crt  yang
beresolusi  tinggi,  printer  laser,  software  desktop  publishing.  Penggunaan
desktop  publishing  sebagai  alat  pemecahan  masalah  meliputi  aplikasi
administrasi  dan  teknis.  Penampilan  dokumen  iklan  yang  profesional  dan
menarik akan memberikan komunikasi yang efektif.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

JENIS APLIKASI KOMPUTER

Aplikasi komputer atau aplikasi software adalah program komputer yang ditulis dalam suatu
bahasa  pemrograman  dan  dipergunakan  untuk  menyelesaikan  masalah  tertentu  dan
melakukan pekerjaan sesuai kebutuhan user. Contohnya aplikasi dalam bidang pebankan
untuk  menyediakan  informasi  rekening  bulanan  para  nasabah;  aplikasi  di  perusahaan
penerbangan yang memberikan informasi pemesanan dan jadwal penerbangan.

Grafis adalah gambar yang tersusun dari koordinat-koordinat.
Grafis terbagi menjadi dua macam, yaitu :
  Grafis vektor
Merupakan objek  gambar  yang  dibentuk  melalui  kombinasi  titik – titik dan  garis
dengan menggunakan rumusan matematika tertentu.
Kelebihannya adalah ruang penyimpanan untuk objek gambar lebih efisien, objek
gambar  vektor  dapat  diubah  ukuran  dan  bentuknya  tanpa  menurunkan  mutu
tampilannya,  dapat  dicetak  pada  resolusi  tertinggi  printer  anda,  menggambar
dan menyunting bentuk vektor relatif lebih mudah dan menyenangkan.
Kelemahannya  adalah  tidak  dapat  menghasilkan  objek  gambar  vektor  yang
prima ketika melakukan konversi objek gambar tersebut dari format bitmap.
Contoh   dari  aplikasi  grafis  vektor  adalah CorelDraw,  Macromedia  Free  hand,
Adobe Illustrator, Micrografx Designer, dll.
  Grafis bitmap
Merupakan  objek  gambar  yang  dibentuk  berdasarkan  titik-titik  dan  kombinasi
warna.
Kelebihannya adalah  dapat  ditambahkan  efek  khusus  tertentu  sehingga  dapat
membuat objek  tampil  sesuai  keinginan,  dapat  menghasilkan  objek  gambar
bitmap  dari  objek  gambar  vektor  cara  mudah  dan  cepat,  mutu  hasilnya  pun
dapat ditentukan.
Kelemahannya  adalah  objek  gambar  tersebut  memiliki  permasalahan  ketika
diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar, efek yang didapat
dari  objek  berbasis  bitmap  yakni  akan  terlihat  pecah  atau  berkurang  detailnya
saat dicetak pada resolusi rendah.
Contoh dari  aplikasi  grafis  bitmap  adalah  Adobe  Photoshop,  Corel  Photopaint,
Microsoft Photo Editor, Macromedia Fireworks, dll.


Beberapa contoh aplikasinya adalah
  CAI (Computer Assisted Instruction)
Penggunaan  komputer  secara  langsung dengan  siswa  untuk  menyampaikan  isi
pelajaran,  memberikan  latihan  dan  mengetes  kemajuan  belajar  siswa. CAI  juga
bermacam-macam  bentuknya  bergantung  kecakapan  pendesain  dan
pengembang  pembelajarannya,  bisa  berbentuk  permainan,  mengajarkan
konsep-konsep  abstrak  yang  kemudian  dikonkritkan dalam  bentuk  visual  dan
audio yang dianimasikan.
  CMI (Computer Managed Instruction)
Merupakan  strategi  pembelajaran  dimana  komputer  digunakan  untuk
memberikan  tujuan  pembelajaran,  sumber  belajar  dan  penilaian  kinerja  peserta
didik.  Ini  membantu  instruktur  dalam  manajemen  pembelajaran  tanpa  benar-benar melakukan pengajaran.
  CAT (Computer Assisted Testing)
Komputer  digunakan  sebagai  media  ujian.  Bentuknya  bermacam-macam,  dari
mulai  yang  sederhana  dimana  komputer  (biasanya  melalui  layar  peraga)
digunakan  sebagai  pengganti  soal  ujan  dalam  bentuk  kertas,  sampai  kepada
bentuk  yang  lebih  maju,  dimana  kemampuan  komputer  dimanfaatkan  untuk
menggali kemampuan siswa dengan cara-cara tanya jawab secara aktif.

Ada 11 aplikasi perkantoran yang digunakan di sebagian besar perusahaan, yaitu :
  Word Processing
  Email
  Voice Mail
  Electronic Calendaring
  Audio Conferencing
  Video Conferencing
  Computer Conferencing
  Facsimile Transmission
  Video Text
  Image Storage and Retrieval
  Dekstop Publishing

WWW (World Web Wide) merupakan bagian dari internet sebagai komunitas jaringan
komputer yang memberikan pelayanan HTTP (HyperText Transfer Protocol). Aplikasi ini
adalah  aplikasi  yang  paling  menarik  di internet dan  seperti email, aplikasi  ini  sangat
penting  dan  banyak  digunakan. Beberapa  contoh  aplikasinya  adalah  browser  (IE,
Firefox, Netscape, Opera, Google Chrome, Flock, dll) dan bahasa pemrograman web
(PHP, Code Ignitier, CSS, JavaScript, dll).

Jaringan komputer adalah koordinasi komunikasi dalam suatu sistem tertentu diantara
central/pusat  (server)  dan  beberapa  anggotanya  (client). Contoh  aplikasi  jaringan
adalah billing explorer, net chatt, dll.
Gambar aplikasi billing explorer

Gambar aplikasi net chatt


Komputer  juga  dapat  digunakan  secara  efektif  dalam  bisnis  manajemen.  Melalui
komputerisasi  Data  Base  Management  System  (DBMS)  dan  SIM  (Sistem  Informasi
Manajemen),  seorang  manajer  atau  eksekutif  perusahaan  dapat  dibantu  dalam
membuat  keputusan  tentang  seluruh  operasi  bisnisnya  dan  dapat  memberikan
bimbingan serta instruksi kepada bawahannya.
Contoh aplikasi basis data adalah MySQL, Oracle, Microsoft Access, Visual Basic, dll.

Teknologi  menyediakan  berbagai  aplikasi  pendidikan  berkualitas  untuk  anak-anak
agar  membuat  mereka  belajar  terlihat  menyenangkan  dan  tidak  membosankan.
Beberapa  contoh  aplikasi  edutainment  untuk  anak-anak  banyak  ditemukan  yang
berbasis sistem operasi Linux terutama Distro Ubuntu, yaitu Ri-Li, Ktuberling, GCompris,
Child’s Play, dll.
Tampilan aplikasi Ri-Li

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

PERINTAH – PERINTAH PADA DOS


Dalam pengoperasian DOS terdapat Command/perintah yang dikelompokkan dalam 2 kelompok yaitu :
1. Internal Command (Perintah internal)
Adalah perintah yang tidak lagi membutuhkan file khusus,karena semua instruksi
internal sudah ditampung dalam file command.com

2. External Command (Perintah external)
Adalah perintah-perintah yang memerlukan suatu file untuk memproses perintah tersebut. Untuk mempermudah mempelajari fasilitas DOS maka tiap perintah sudah terdapat file Help Untuk menjalankannya bisa digunakan perintah seperti contoh berikut:

A:\>REN/?
Atau
A:\>help REN
Maka akan mendapatkan hasil pada layar sebagai berikut :



Yang termasuk Perintah Internal adalah:
DIR, TYPE, RENAME, ERASE, DELETE, CLS, COPY, DATE, TIME, VER, VOL, VERIFY, PAUSE, PATH, PROMPT, RD, MD, CD.

Yang termasuk Perintah Eksternal, antara lain:
FORMAT, DISKCOPY, SYS, ASSIGN, COMP, ATTRIB, LABEL, TREE, EDIT, FDISK, dll.


Aturan Penulisan File
1.  Nama file max. 8 char
2.  Nama extensi max 3 char
3.  Nama file & extensi dipisahkan oleh tanda titik ( . )
4.  Berlaku untuk huruf besar & kecil
5.  Tidak mengandung reserved words

Cara Penunjukkan File

a.     Tanda tanya (?) : untuk mewakili 1 char.

Contoh:  ??Be??.BAT  
Menunjukkan semua file yang huruf ke-3 dan ke-4 nya adalah ”BE” dan mempunyai extention .BAT

B??.EXE
Menunjukkan semua file yang terdiri dari 3 huruf dan huruf pertamanya adalah B serta mempunya extention . EXE


b.     Asterisk (*) : untuk mewakili satu atau banyak char.

Contoh: *.BAT
Artinya menunjukkan semua file yang berextention BAT

LATIHAN.*
Artinya menunjukkan semua file LATIHAN dengan extention apapun.

*.*
Artinya menunjukkan semua file.

Perintah Internal
 1. Copy
Perintah ini digunakan untuk menyalin atau mengcopy file. Bentuk umum perintah ini adalah sebagai berikut :
Copy [file_asal] [file_tujuan]
Contoh :
A:\>copy a:\tugas c:\latdos
Perintah diatas menunjukan perintah untuk mengkopi file pada directory tugas di  disket ,dan disalin atau dicopykan ke directori c:\latdos


Pada gambar diatas menunjukkan bahwa proses pengcopy-an berhasil yaitu berupa file TUGASM~1.doc
Contoh lainnya:
A:\>copy a:*.* c:\latdos
Digunakan untuk meng-copy semua file dari drive a ke c:\latdos
A:\>copy ??g*.* c:\latdos
Digunakan untuk meng-copy semua file yang huruf ketiganya g ke c:\latdos.

2. DEL
Berfungsi untuk menghapus atau mendelete file. Bentuk umum :
Del[nama_file]
Contoh:
C:\latdos>del *.doc {digunakan untuk menghapus semua file yang berektensi
doc}
Gambar sebelum di delete.

Maka setelah dilakukan perintah del*.doc

C:\LATDOS>del *.doc
C:\LATDOS>_

Lihat isi directory dengan dir



3. DIR
Bentuk umumnya :
DIR(drive:)(path)(filename)(/p)(/w)(/a)((:atribs))(/o)((:)(/s)(/b)</l)</c(h))
Perintah dir digunakan untuk melihat isi sebuah directory.
  •  /p :untuk menampilkan nama file per halaman(page).
  •  /w :untuk menampilkan nama file secara mendatar/melebar (wide).
  •  /a :menampilkan semua file terutama file yang dihidden dengan attribute+h (Hidden).
  •  /o :untuk menampilkan file dalam bentuk terurut:
Ø  n berdasarkan nama file (alphabet).
Ø  e berdasarkan tipe file (extension).
Ø  S berdasarkan ukuran dari kecil ke yang besar
Ø  D berdasarkan tanggal dan waktu
Ø  untuk mengembalikan instruksi.
  • /s :untuk menampilkan file dan root directory sampai sub-directory.
  • /b :untuk menampilkan file dan directory perbaris.
  • /l :untuk menampilkan file atau directory dalam bentuk huruf kecil.
  • /c :untuk menampilkan rasio pengkompresan.

Contoh:
C:\>dir
Menampilkan file-file dalam root directory



4. REN
Digunakan untuk mengubah (Rename) nama file dengan file yang baru.Perintah ini tidak akan mengubah isi dari file tersebut. Bentuk umumnya:
REN <nama_file_lama> <nama_file_baru>
Contoh:
C:\>ren tugasm~1.doc tugasku.doc
Perintah diatas berarti mengubah nama file dari tugasm~1.doc menjadi tugasku.doc

Setelah di rename maka akan menghasilkan berikut ini :



5. VOL
Perintah ini digunakan untuk menampilkan Volume label atau nomor seri dari sebuah disk.
Contoh:

A:\>vol
Volume in drive A is AT
Volume Serial Number is 1CF4-1827

A:\>_

6. TYPE
Digunakan untuk menampilkan file text.perintah ini hanya bisa digunakan untuk satu file saja dan hanya untuk file text.
Contoh:
D:\>type LatihanPTKI_B.txt  {diasumsikan file surat.txt ada di drive B}

Maka akan menghasilkan.



7. MD / MKDIR (Make directory)
Bentuk umum:
MD [Nama_direktory]

Contoh:
C:\>md dos622
C:\>md data
C:\>_

Untuk melihat direktori yang telah dibuat ketikkan: dir




8. CD /CHDIR (Change Directory)
Change directory atau pindah directory.
Perintah ini digunakan untuk pindah directory atau mengubah directory aktif.
Contoh:

C:\>cd dos622
C:\DOS622>_

Terlihat sekarang bahwa direktori yang aktif adalah direktori dos622

9. RD (Remove Directory)
Bentuk Umum:
RD [nama_sub_directory]
Perintah RD digunakan utuk menghapus subdirectory.Syarat agar bisa menghapus sebuah directory adalah:
  • Posisi penghapusan subdirectory yang akan dihapus harus berada diluar dari subdirektori tersebut.
  • Direktori yang akan dihapus harus benar-benar kosong.Jika tidak kosong gunakan instruksi del*.*
Kemudian Perintah RD Bisa digunakan.

Kemudian Hapus directory dos 622



10. DATE
Berfungsi untuk mengubah tanggal dari system dos.Bentuk/format pengisiannya adalah  mm-dd-yy atau bulan,tanggal,tahun.


11. CLS
Clear screen digunakan untuk membersihkan semua tulisan yang ada di layer computer.

Setelah menggunakan perintah cls maka tampilannya layar akan bersih kembali.

12. TIME
Digunakan untuk merubah system waktu yang ada pada dos:


13. PROMPT
Bentuk umumnya:
PROMPT [prompt_text] [$parameter]
Parameter yang ada:
  • $g :menempilkan karakter>
  • $h :menghapus kerekter sebelumnya(berfungsi seperti backspace).
  • $n :menampilkan default disk yang digunakan.
  • $p :menampilkan posisi direktori yang sedang aktif dari drive default.
  • $q :menampikan karakter “=”
  • $t :menampilkan jam yang aktif
  • $v :menampilkan versi MS-DOS yang dipakai.
  • $$ :menampilkan karakter “$”.
  • $_ :pindah baris (line feed).
  • $1 :menampilkan karakter <.
  • $b :menampilkan karakter !.
  • $d :menampilkan tanggal yang aktif.
  • $e :berfungsi sebagai tombol ESC.
Prompt di MS-DOS menunjukkan bahwa DOS siap menerima perintah. Secara default bentuk prompt adalah :
C:>
Contoh penggunaan prompt:
Prompt $L$L Ragil Thea $G$G$_$_$P$G
Maka akan diperoleh hasil berikut ini :


Untuk selalu mendapatkan bentuk tanda prompt seperti yang anda inginkan maka kita bisa menempatkan perintah prompt tersebut pada file AUTOEXEC.BAT

14. VER
Digunakan untuk menampilkan versi DOS yang digunakan.






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments